Jumat, Juni 13, 2008

Tips Download dari Rapidshare Seri 1

Memang sedikit mengesalkan kalau kita menggunakan FREE access download yang di sediakan gratis oleh RapidShare, ada dua hal yang sering menjadi kendala bagi yang menggunakan free account yaitu:

1. Menunggu proses counter time selesai (rata-rata 80 seconds).
2. Limit download yang terbatas untuk free access download.

Sedikit tips yang mudah-mudahan bermanfaat dan tidak membuat rekans semua menunggu terlalu lama hanya untuk download file yang di inginkan. Semua tips yang saya berikan adalah dengan menggunakanfree access download dan sedikit client _script_ing.

TIPS 1 : BYPASS COUNTER TIME RAPIDSHARE

a. Gunakan browser FIREFOX
b. Klik/paste URL file yang akan di download di RapidShare di browser Anda.
c. Setelah itu Anda akan di minta untuk memilih “Premium” atau “Free” download.
d. Klik “Free” download dan tunggu hingga RapidShare menampilkan counter timer-nya
e. Tanpa perlu menunggu counter timer selesai, bersihkan Address Bar di Firefox dan ganti URL
dengan sedikit simple kode _java_script__.

_java_script__:alert(c=0)

f. Setelah Anda ketikan _script_ di atas di address bar lalu tekan ENTER dan alert message box akanmuncul di browser Anda, jangan panik, tekan OK dan selamat karena counter timer di browser.
Anda sudah tidak ada dan RapidShare langsung memberikan _link_ dowload dari file yang ingin Anda download.
g. Pilih lokasi download yang akan di gunakan (contoh: Cogent-network/Level(3)-network) dan ketik kode verifikasi, setelah itu tekan tombol “Download”.
h. Kalau setelah Anda tekan tombol download kemudian ada warning message box, cukup tekan OK
dan tekan tombol “back” di browser lalu pilih network lainnya dan tekan kembali tombol “Download”.

Ini tips download seri satu, masih ada dua seri selanjutnya.thx

Kamis, Juni 12, 2008

Tujuh Kiat Sukses

Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40 tahun terhadap orang-orang sukses. Yang dicoba ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan mengapa mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang masing-masing, dari olah raga, pendidikan, hingga pasar modal.Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses? Berikut ada tujuh hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses :
1. Orang sukses mau mengambil risiko.
Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.
2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia.
Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan.
Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.
4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup.
Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.
5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain.
Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.
6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain.
Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.
7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses.
Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.

Berinteraksi Dengan Orang Lain

Berikut ini adalah beberapa tips untuk berhubungan oranglain. tapi pada prinsipnya adalah bagaimana kita mengembangkan empati kepada saudara kita itu.

A. KATA-KATA YANG SANTUN DAN LEMBUT
Dalam pergaulan hendaklah kita selalu berbicara dengan kata-kata yang santun karena dengan demikian akan terbangun suasana perbincangan yang menyenangkan. hindarkanlah kata-kata yang kasar, menyakitkan ,memojokan ,merendahkan dan mempermalukan orang yang kita ajak bicara . Dalam bercanda juga kita harus memperhatikan erasaannya ,walaupun niat kita hanya bercanda ,mungkin bagi dia itu suatu hal yang menyakitkan.Dosa terhadap manusia adalah dosa yang paling susah dihapus sebelum dia memaafkannya.
B. MAU MEMINTA MAAF
Manusia ditakdirkan tidak luput dari kesalahan,baik yang disengaja ataupun tidak.Apabila kita sudah sadar akan kesalahan kita pada orang lain, kita jangan segan-segan untuk minta maaf. Karena ALLAH tiak akan mengampuni dosa kita sebelum orang yang kita dzalimi atau sakiti mau memaafkan kesalahan kita. Sebagai contoh apabila kita menghadapi suatu kesalah pahaman dimana kedua belah pihak merasa yang paling benar. Maka barang siapa yang meminta maaf terlebih dahuludialah yang menang karena dia telah mampu mengalahkan egonya ,hawa nafsunya dan menyadari bahwa memutuskan silaturrahmi itu dosa. Maka dari itu marilah kita menjadi orang yang mau minta maafatas kesalahan yang kita buat dengan membuang rasa ego kita,rasa malu atau mungkin gengsi kita.
C. MAAFKAN KESALAHANNYA
Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain kepada kita. Pemberian maaf pada orang lain akan membuat bahagia dan senang siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap kita. Dan insyaallah akan mengangkat citra kita dihatinya.

Tentang Sebuah Arti...

Hidup adalah suatu yang patut diperjuangkan....
Hidup ini hanya sekali & aku hrs rela dengan apa yg terjadi....
Aku tidak boleh terlalu lama larut dalam kesedihan....
Aku harus sewajarnya dalam menjalani hidup ini.....
Jika dalam hidup ini aku menginginkan sesuatu, maka hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanku, karena mungkin ini yang terbaik bagiku...
Semua yang terjadi biarlah terjadi & anggaplah sebagai episode hidup yang harus kujalani...
Hatiku harus siap menerima kenyataan yang ada, aku tidak boleh mempersulit diri karena hidup ini bagai siang dan malam silih berganti kadang susah kadang senang.Tapi semua pasti ada akhirnya....
Yang sudah terjadi tak perlu ditangisi, disesali...
Yang harus dilakukan adalah menghadapi semuanya dengan lapang dada, karena semua yang terjadi pasti ada hikmahnya...
Aku tidak boleh menyerah & aku tidak boleh kalah....
Semua kejadian merupakan cermin pribadiku, aku tidak boleh gentar dengan apa yang terjadi...
Yang terpenting aku dapat memahami diriku yang sebenarnya & memperbaiki kesalahan yang ada,dan jangan pernah aku merasa tersaing karena yang menilai adalah Tuhanku...
Yang harus dilakukan adalah menyempurnakan niat & ikhtiar....
Perkara apapun kuserahkan pada Tuhan apa yg terbaik bagiku....
Bahkan disaat asa ada sebuah kekuatan yg membuat kita kembali untuk meneruskan perjalanan hidup & berusaha menjadi hidup kembali....
Tiap orang mempunyai kekuatan itu, tapi itu semua tergantung diri kita sendiri....

Rabu, Juni 11, 2008

Leadership

Yang kita bicarakan adalah soal kepemimpinan. Maklum, ada demikian banyak orang yang sudah merasa menjadi pemimpin kala sebuah tanda jabatan disematkan di dadanya, dan ia dilantik oleh pejabat di atasnya. Sementara itu sehari-hari, ia hanya memimpin dengan sebuah buku, yaitu buku peraturan. Ia hanya mau tanda tangan dan menyetujui kegiatan kalau “rule” nya ada di buku. Kata orang ia adalah orang yang jujur dan taat perintah. Praktis hampir tak pernah ada kesalahan yang ditimpakan kepadanya, karena ia adalah orang yang benar-benar taat aturan.
Mereka jumlahnya cukup banyak, dan tentu saja benar bahwa mereka adalah pemimpin, namun yang membedakan mereka dengan yang lain tentu adalah tipenya, sebab untuk menjadi pemimpin dibutuhkan lebih dari sekedar aturan, melainkan juga terobosan dan respek. Sebuah organisasi bisa saja tertib dan teratur, tetapi bisa saja ia mati karena peraturan terlambat merespons perubahan, dan peraturan yang ada bukan lagi diadakan untuk manusia, melainkan manusia untuk peraturan. Lama-lama pemimpin ini akan menjadi tampak seperti orang-orang parisi yang membuat seakan-akan agama diadakan untuk Tuhan, bukan untuk manusia.
Supaya tidak membingungkan, John Maxwell membuat peringkat yang disebut pemimpin. Orang yang dibicarakan di atas benar adalah pemimpin, tetapi baru sekedar pemimpin di atas kertas, yaitu pemimpin level satu. Pemimpin yang sempurna adalah pemimpin level 5, yang disebut Kang Jalal dan Robby Djohan sebagai Spiritual Leader, yaitu pemimpin yang dituruti, karena direspeki. Dengan demikian ada 5P-nya pemimpin yang akan Saya bahas di sini, yaitu Position, Permission, Production, People Development, dan Personhood. Masing-masing “P” tersebut akan berpasangan dengan produknya, yang disebut Maxwell sebagai 5R, yaitu Rights, Relationships, Results, Reproduction dan Respect.
Pemimpin level 1, seseorang dituruti semata-mata karena posisinya. Ia duduk di sana karena ia memegang hak tertulis (rights). Orang-orang mengikutinya, karena suatu keharusan. Celakanya, semakin lama ia berada di posisi itu akan semakin mundur organisasi. Organisasi akan ditinggalkan oleh karyawan-karyawan kelas satunya yang menyukai terobosan dan laku di pasar. Sementara itu morale kerja merosot drastis dan image sebagai organisasi yang disegani tak lagi terdengar, malah sebaliknya.
Pemimpin ini sebaiknya segera memperbaiki diri. Ia bisa menapak naik ke level dua, yang disebut permission (sedikit di atas otoritas). Ia tidak melulu mengacu pada peraturan tertulis, melainkan mulai menghargai orang-orang yang melakukan terobosan sebagai warna yang harus diterima. Orang-orang pun senang dan menerima kepemimpinannya bukan lagi semata-mata karena rights, melainkan relationship. Mereka mengikuti karena mereka menghendakinya. Tetapi kalau cuma sekedar relationship saja, dan orang-orang merasa senang maka ia bisa menjadi pemimpin yang populis, yang anak-anak buahnya tidak terpacu untuk maju.
Oleh karena itu, idealnya seorang pemimpin naik lagi ke level tiga, yaitu maju dengan kompetensi dan memberi hasil yang dapat dilihat secara kasat mata. “P” ketiga ini disebut Production, dan orang-orang di bawahnya mau mengikuti kepemimpinannya karena Results, yaitu hasil nyata yang tampak pada kesejahteraan mereka dan kemajuan organisasi. Pemimpin pun senang karena pekerjaannya dengan mudah diselesaikan oleh orang-orang yang dedikatif, bekerja karena momentum. Biasanya level tiga ini berdampingan atau tipis sekali batasnya untuk melompat ke level empat. Ini hanya soal kemauan berbagi saja dan relatif tidak sulit karena hasilnya ada dan bukti-buktinya jelas. “P” ke 4 ini disebut People Development dan hasilnya diberi nama Reproduction. Pemimpin level 4 adalah pemimpin langka yang bukan cuma sekedar memikirkan nasibnya sendiri, melainkan juga nasib organisas! i. Ia tidak rela sepeninggalnya ia dari organisasi, lembaga itu mengalami kemunduran, maka kalau ia tak bisa memilih sendiri pengganti-penggantinya, ia akan memperkuat manajer-manajer di bawahnya agar siapapun yang menjadi pemimpin organisasi akan terus bergerak maju ke depan. Tentu saja tidak mudah mendeteksi pemimpin tipe ini selain dari apa yang ia lakukan untuk mengembangkan calon-calon pemimpin. Biasanya kita baru bisa menyebut Anda berada pada level empat kalau Anda sudah pensiun, sudah tidak duduk di sana lagi. Pada waktu Anda meninggalkan kursi Anda, maka baru bisa kita lihat apakah orang-orang yang dihasilkan benar-benar mampu meneruskan kemajuan atau malah mundur. Tentu saja maju-mundurnya organisasi paska kepemimpinan Anda sangat ditentukan oleh pemimpin berikutnya, tetapi kita dapat membedakan dengan jelas siapa yang membuat ia maju atau mundur.
Kepemimpinan level 5 ini oleh Jim Collins disebut sebagai pemimpin dengan professional will dan strategic humility. Jalaludin Rakhmat menyebutnya sebagai Spiritual Leader yang tampak dari perilaku-perilakunya yang merupakan cerminan dari pergulatan batin dalam jiwanya (inner voice). Orang-orang seperti ini tidak mencerminkan kebengisan, melainkan ketulusan hati. Ia bisa saja mengalami benturan-benturan, tetapi semua itu bukanlah kehendaknya pribadi. Orang yang baik hati seperti Gandhi saja toh ternyata juga dicaci maki dan dibunuh, tetapi satu hal yang jelas, ia diikuti oleh banyak orang karena dirinya dan apa yang ia suarakan. Mereka patuh karena respek. Mereka tahu persis bahwa bahaya terbesar akan terjadi kala mereka mulai populis, yaitu ingin disukai semua orang ketimbang direspeki. Selamat memimpin!